Tetes demi tetes embun mulai membasahi rumput dan ilalang dan akhirnya semu diselimuti oleh embun tipis membuat smuanya menjadi tersamar.......dingin yang terasa seperti membekukan tulang-tulang rusuk membuat kita terlena dalam derita....
Matahari pagi hadir menyinari rumput dan ilalang membuat embun pergi entah kemana....kehadiran secangkir kopi menghempaskan kebekuan dan menghangatkan seluruh jiwa.
Selasa, 20 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar